Cara Membuat Paspor Anak

               Salah satu hal yang bikin kepikiran dan puyeng padahal praktis dan gak ribet adalah pembuatan paspor bagi anak-anak. Awalnya aku, udah keder duluan, mana setelah cari info harus udah ngantri sejak pukul 5 pagi. Apa ga Shocked!? Kalau aku sih gak masalah, tapi anak-anak….apa kabar subuh-subuh digotong-gotong.

                Padahal eh padahal, ga seserem itu kok. Pastinya, sebelum apapun itu kamu harus cari informasi sepuas-puasnya dari internet lalu setelah itu kamu harus pastiin dulu mau ke Kantor Imigrasi mana dan sebaiknya kenalin medan dulu sebelum kesana alias survey dulu (kalau terjangkau lokasinya). Jadi kita bisa ukur waktu perjalanan yang dihabiskan dan lebih puas nanya-nanya langsung ke petugas Imigrasi bagian informasi biar gak bolak-balik melengkapi persyaratan. Karena informasi mengenai Imigrasi ini gampang berubah-rubah dan setiap Kantor Imigrasi ada kebijakan-kebijakan yang berbeda.

                Aku membuat paspor di Kantor Layanan Imigrasi Bandung yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta No.162, Lantai 3 Gedung Bina Citra. Masalahnya adalah, Desember itu peak season buat bikin paspor (Long Holiday) jadi antriannya gila-gilaan dan hanya dibatasi sampai 100 antrian per hari. Aku yang tadinya mau apply paspor online pun gagal, gara-gara server error akibat pendaftar paspor online akhir tahun yang mbludak (kata petugasnya web error karena byk yang akses). Jadi, aku udah datang ke Kantor Imigrasi Pukul 5.40an dan udah ngantri dong! Padahal pagar halaman gedung belum dibuka udah ngantri, apalagi pintu gedung masih kekunci. Bahkan ada yang sengaja bermalam di dekat Kantor Imigrasi supaya dapat antrian pertama , antri sejak pukul 5 pagi! Kalian juga bisa melihat refrensi lain cara membuat paspor dengan mudah di Panduan membuat paspor di Blog traveloka.

                Tapi, tenang saja untuk balita ( bawah lima tahun) dan lansia ( atas 60 tahun) dapat antrian priority jadi ga perlu datang sesubuh itu.  Anak-anak  datang sekitar jam 7.30an diantar ibuku yang menyusul ke Kantor Imigrasi karena aku gak tega bawa mereka sesubuh itu khawatir bosen dan rewel. Jadi lumayan ngerepotin ibu juga buat bantuin aku handle anak-anak.  Aku mendapatkan nomor antrian 29 sementara anak-anak nomor antrian 12 dan 13. Setelah mendapatkan antrian kami tinggal duduk manis menunggu panggilan. Kalau berkas lengkap dan benar gak perlu takut ditolak, santai saja. Jadi, memang yang terpenting itu kelengkapan berkas. Berikut kelengkapan berkas per Desember 2016.

Persyaratan Permohonan Paspor RI:

  1. E-KTP
  2. Kartu Keluarga
  3. Akta Kelahiran/Ijazah/Surat Nikah/ Surat Baptis
  4. Untuk Paspor Anak, dilampirkan: a.  KTP kedua orang tua ,b. Surat nikah, c.Akta kelahiran anak, d. Foto kopi paspor orang tua (jika sudah punya), e.Surat kuasa orang tua bermaterai 6000 (disiapkan oleh Kantor Imigrasi)
  5. Semua persyaratan di foto kopi ukuran kertas A4
  6. Membawa berkas persyaratan yang asli

Kalau semua lengkap dan benar santai saja, gampang kok bikin paspor. Jangan lupa, poin penting: Semua difotokopi menggunakan ukuran kertas A4 (jangan digunting) . Sebaiknya semua disiapkan dari rumah sehingga tidak perlu ngantri ke tempat fotokopi.

Untuk pembuatan paspor anak yang tidak didampingi kedua orang tua, alias hanya salah satu orang tua, harus dilampirkan surat kuasa yang menyatakan bahwa suami/istri menguasakan pengurusan pembuatan paspor kepada suami/istri yang bisa mendampingi anaknya. Surat kuasa menggunakan materai 6000 dan ditandatangani oleh pemberi kuasa dan penerima kuasa. Untuk format surat kuasa, bebas. Aku membuat sendiri. Oiya, sertakan KTP kedua orang tua asli ya  walau hanya salah satu yang bisa ikut. Siapkan juga materai 6000 sebanyak 2 buah untuk berkas 1 anak.

                Then, petugas akan memanggil antrian untuk dicek kelengkapan dan kebenaran berkas. Ada beberapa yang aku lihat harus pulang karena berkas yang belum lengkap, nama di KK dan KTP berbeda, dsb. Setelah di cek petugas, kita akan diberikan map ceklis kelengkapan beserta formulir-formulir yang harus diisi dan ditandatangani. Sementara itu, kita akan diberi antrian selanjutnya untuk wawancara,biometrik dan foto. Kita  bisa mengisi waktu panggilan wawancara dengan mengisi berkas formulir.

                Bagi anak-anak, wawancara dan pengambilan foto didampingi orang tua. Oiya, catatan penting, latar belakang foto paspor berwarna putih, jangan menggunakan jilbab ataupun baju berwarna putih . Oiya, harap gunakan alas kaki yang sopan: sepatu, jangan gunakan sandal jepit. Ada lho yang sampai pulang hanya perkara sandal. Kalau antrian kelewat gak akan dipanggil lagi, harus mengambil antrian baru.

                Sesi wawancara dan pengambilan foto & biometrik cepat kok. Lalu, petugas akan memberikan resi untuk kita bayarkan ke BNI dan resi pengambilan paspor.  Kalau ngajuin paspor di Kantor Layanan Imigrasi di Gedung Bina Citra, cukup turun ke lantai satu ada deh Kantor Kas BNI. Tinggal setor disitu lalu kita akan mendapatkan resi pembayaran. Biaya per paspor Rp 355.000,-. Paspor bisa diambil paling cepat 3 hari kemudian dan paling lama 1 bulan kemudian.

                Pukul 9.30 semua proses pembuatan pasporku dan 2 anak balitaku kelar. Gak sia-sia antri dari pukul 5.40an. Bravo, imigrasi!

Foto kiri: antrian pukul 5.40an di depan Gedung Bina Citra, bahkan pagar pun belum dibuka , antrian sudah mengular.

Foto kanan: Suasana antrian di dalam Kantor Imigrasi

catatan penting: waktu ngantri, aku ngobrol banyak sama pembuat paspor lainnya, ternyata ini bukan antrian pertama mereka. Beberapa bahkan ini kali ke-2 dan ke-3 karena hari sebelumnya mereka baru datang pukul 7 pagi, dan antrian sudah habis! Jadi, kalau lagi peak season (Desember atau pas musim umroh) wajib datang sebelum pukul 6 pagi kalau mau kebagian antrian! Alhamdulillah, karena aku sudah tahu info ini jadi aku datang pukul 5.40an dan dapat antrian nomor 29.

6 thoughts on “Cara Membuat Paspor Anak

    • zarahsafeer says:

      Harus asli Mbak, suami sy posisinya wktu itu di luat negeri, kami nunggu seminggu sampe KTPnya datang dikirim ke Indo, krn KTP suami kebawa ke LN. Jgn lupa pakai srt kuasa yg di ttd suami krn suami gabisa hadir. Good luck!

  1. Kiky says:

    Mbak, surat kuasa yang bisa diwakilkan oleh salah satu orang tua itu berlaku di seluruh kantor imigrasi kah? Karena suami tidak bisa hadir sedang di luar negeri, dan kebetulan suami WNA sih mbak. Itu bagaimana?

    • zarahsafeer says:

      Iya Mbak, setahu saya anak harus didamping ke-2 org tua, jika salah satu berhalangan hrs ada surat kuasa yg di ttd oleh ortu yg berhalangan datang. Lbh pastinya bisa kunjungin kantor imigrasi tdekat spy lebih pasti jawabannya Mbak. Smg dimudahkan ya Mbak

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s