Note For Parents: Surga Terdekat Kita

Pernah merasa seharian tidak melakukan apa-apa melainkan hanya menemani anak-anak bermain, sibuk menyiapkan menu special untuk anak berlanjut perjuangan menyuapinya hingga hitungan jam, menggendongnya sampai pegal pinggang saat dia rewel, mengeloninya lalu ikut tertidur, mengurusi semua keperluannya hingga kemudian hari sudah mulai petang dan belum melakukan pekerjaan lainnya?
Pernah merasa wasting time saat anak bayi masa “growth spurt” ? Dimana aktivitasnya hanya nyusu dan nyusu dengan jeda tipis sehingga emaknya cuma bisa nyusuin dan nyusuin bahkan makan dan mandi pun sulit?
Parents, semua kerepotan ini memang cuma soal waktu, namun tentang surga bukan persoalan sederhana sehingga wajar kalau ada harganya, jika ada jerih payahnya.
Pernah merasa begitu banyak uang yang kita belanjakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan anak? Kebutuhan sehari-harinya, biaya sekolahnya, biaya pengobatannya serta berbagai fasilitas untuknya?
Pernah merasa begitu banyak hal yang kita korbankan untuk anak-anak? Ya soal waktu, tenaga, biaya …
Parents, semua kerepotan ini memang cuma soal waktu, namun tentang surga bukan persoalan sederhana sehingga wajar kalau ada harganya, jika ada jerih payahnya.
Kita sibuk mengeluh, berpeluh dengan mereka namun sadarkah bahwa kita sedang mengeluhkan surga terdekat kita sendiri?
Bukankah kita mengerti bahwa salah satu amal jariyah kita ada pada mereka berikut juga dengan kedudukan kita di akhirat bisa tertolong oleh mereka?
Bukankah kita sudah mengerti bahwa surga mereka ada pada ridho kita? Mengapa masih saja terlintas kesal, sebal  dan menganggap mereka merepotkan? Padahal kesalahan mereka sebagian besar adalah tanggungan kita sebagai orang tua. Padahal mungkin sebagian besar mereka tidak melakukan kesalahan hanya sedikit membuat repot dan mencari perhatian kita yang mahal harganya.
Kita sibuk mengeluh, berpeluh dengan mereka namun nyatanya sedang mengeluhkan  surga di depan mata. 
Padahal mereka yang menyelamatkan hari-hari kita, padahal mereka yang menawarkan lebih dari jutaan peluang amalan bagi kita. Bukankah menyusui itu berpahala? Bukankah mendidik anak berpahala? Bukankah bersenda gurau dengan anak adalah apa yang Rasulullah saw ajarkan? Bukankah mencari rejeki untuk memenuhi kebutuhan mereka lebih berpahala dibandingkan hanya untuk memenuhi kebutuhanmu saja?
Pantas saja, menikah disebut setengah agama, begitu banyak amalan luar biasa dalam bangunan pernikahan lalu setengah agama lagi kita penuhi dengan takwa.
Jadi, masih bisakah kita mengeluhkan anak-anak kita? Tanpa mereka bisa jadi surga tak sampai pada kita, dan karena ridho kitalah mereka dapat menapaki surga.
Padahal kitalah yang sedang memanfaatkan waktu sebaik-baiknya jika membersamai mereka. Padahal belum tentu juga kita akan membelanjakan waktu lebih baik jika tidak sibuk mengurusi mereka.
Kali kalau kita gak ribet seharian ngurusin anak-anak bisa jadi malah ribet gossiping, shopping, atau doing nothing bahkan doing sin!?
Parents, semua kerepotan ini memang cuma soal waktu, namun tentang surga bukan persoalan sederhana sehingga wajar kalau ada harganya, jika ada jerih payahnya.
Segera peluk surga terdekat kita
*noteforme

By: Zarah Safeer

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s