Penerbangan Ke Eropa Bersama Balita-Balita Tanpa Suami (1)

Alhamdulillah bisa posting lagi setelah sekian lama.

Puluhan jam yang kami lalui sampai bisa ke York, UK. Alhamdulillah mereka kooperatif selama perjalanan, ngerti dan nurut.  Apalagi karena memang perjalanan dari Indonesia ke UK ini kami cuma bertiga saja, berhubung hemat biaya, waktu, dan tenaga emang sengaja gak minta jemput suami. Ini juga karena faktor nyari tiketnya emang mepet, 2 minggu sebelum berangkat. Lagian bisa jadi cerita berkesan juga nih, traveling bersama anak-anak balita sendirian lintas benua tanpa suami.

Oke, mari napak tilas perjalanan:

  1. Bandung-Cengkareng

Banyak perubahan yang terjadi sebelum keberangkatan kami yang direncanakan pukul 15.00 dari Bandung untuk mengejar check in pukul 22.00 di Bandara Soekarno-Hatta. Sudah pukul 14.30 supir rental belum sampai, saat dihubungi eh dianya baru saja anter istrinya pulang sehabis melahirkan. Mak! Pas ditanya dimana posisinya, dia bilang di Cileunyi, artinya sekitar satu jam lagi baru bisa menjemputku. Keputusan tercepat dan teraman saat itu akhirnya ortu yang tadinya mau menemani malah jadi mengantar kami. Dan, tahu kan itu artinya apa? Artinya aku ada resiko gantian nyetir. Babe suka gak kuat nyetir lama akhir-akhir ini. Oke, Bandung-Cikarang aman, Babe nyetir. Tapi kemudian Babe nyerah karena kram kaki, di tengah kemacetan Cikarang kami gantian kursi. Aku nyetir deh! Cikarang sampai Cengkareng di dalam kendaliku deh jadinya. Edeh…beneran fix, diri sendiri menyupiri dan mengantarkan diri sendiri ke Bandara! Wkwkwkwk..

Kami berangkat dari Bandung pukul 15.30 dan sampai Cengkareng pukul 21.00. Durasi jadinya 4,5 jam ya dengan nyetir sendiri kurang lebih 2,5 jam uhuy banget deh emang! Anak-anak sih santai aja lihat emaknya nyetir, Karena mereka udah sering banget liat emaknya nyetir. Kayak cerita perjalanan Bandung-Taman Safari selama 6 jam bareng mereka yang pernah aku tulis, dimana aku nyetir dan mereka anteng jadi penumpang.

WhatsApp Image 2017-04-05 at 10.00.02

  1. Cengkareng- Abu Dhabi

Kami check-in pukul 21.40 dan udah ngantri di loket Etihad. Tiap koper ditimbang dengan muatan maksimal 23 kilogram per koper per orang untuk bagasi dan 7 kilogram per orang untuk kabin. Demi ketidakrempongan, kami hanya bawa 2 koper bagasi (1 koper isi baju, 1 koper isi makanan) 1 koper kabin (isi baju ganti dan jaket) dan 1 tas ransel kabin (isi gadget dan printilannya juga aneka cemilan kesukaan). Kami baru take off pukul 00.15. Alhamdulillah anak-anak yang biasanya jam segitu udah pules kagak bisa dibangunin, malam itu mereka cerah bersemangat, antusias! Alhamdulillah, jadi Ummi kalian ga repot gendong ya. Kami dibantu jasa porter pas check in dan menuju imigrasi. Jadi, porter dorong troli isi koper-koper kami. Sementara aku jalan bareng anak-anak. Selama boarding, anak-anak mulai bosen. Aku juga mulai jengah, kok kami gak dipersilakan masuk ke ruang tunggu prioritas. Karena setahuku, balita kelas ekonomi disamakan perlakuannya dengan penumpang kelas bisnis. Hahahah menuntut hak.  Akhirnya, aku sengaja bawa anak-anak keliling ruang tunggu. Terus petugas Etihad mulai memperhatikan kami yang kayaknya riweuh dan mempersilakan kami masuk ruang tunggu prioritas yang dekat garbarata. Jadi, anak-anak bisa lebih anteng lihat pesawat dari dekat dan masuk ke pesawat lebih duluan jadi gak crowded. Oiya, kenapa pakai maskapai Etihad? Simpel, Karena harga terbaik pada saat itu hanya Etihad yang menawarkan.

WhatsApp Image 2017-04-05 at 09.58.14 (1)

Selama di pesawat Alzam mulai oprek-oprek, ya nonton film ya icip-icip makan, oiya pukul 2 WIB dia lahap makan noodle. Sementara Aza, Alhamdulillah si anak ber-manner kalau di public area ini kalem tidur dengan pulasnya.

Singkat cerita kami mengudara selama 8 jam 40 menit. Kami duduk berjejer bertiga di deret empat kursi yang di tengah. Posisinya, aku paling ujung dekat lorong lalu Aza di tengah dan Alzam paling dekat dengan penumpang di sebelahnya. Kenapa posisinya gini? Simple, ini maunya anak-anak hahaha. Oiya, dengan posisi Alzam yang paling jauh dari jangkauan, aku terbantu dengan Bapak Muda di sebelahnya. Bapak Muda ikutan bantu Alzam. Aku lupa menanyakan siapa nama Bapak Muda di sebelah Alzam yang pasti baik banget mau bantuin Alzam yang ribet sama tatakan meja, ribet nonton TV, ribet makan dan ribet masang headset. Kami ngobrol sekilas, dia kerja di Brazil dalam durasi 7 bulan baru berkesempatan pulang selama 2 bulan di Indonesia. Anaknya pun masih bayi, jangan ditanya gimana rasanya kerja jauh-jauhan sama keluarga. Matanya berbicara bahwa itu tidaklah gampang saat ia menceritakan tentang dirinya.

Landing di Abu Dhabi waktu Subuh dan mulai bingung orientasi waktu hehehe. Sebelum landing penumpang dibagikan handuk kecil hangat untuk lap-lap muka,kalik ada iler kan hahaha. Oiya, jadi selama penerbangan Cengkareng-Abu Dhabi kami dapat snack bisa milih noodle atau sandwich, makan besar yang mungkin bisa dibilang early breakfast menunya lengkap (buah, salad, yoghurt, protein hewani dan karbohidrat) dan cocok di lidah bisa milih juga mau nasi goreng atau nasi briyani (tergantung ketersediaan) bisa pilih minum the atau kopi atau jus atau air mineral.  Anak-anak juga dikasih goodie bag isi buku dan peralatan mewarnai. Lumayan bikin mereka senang dan sibuk aktivitas. Tapi, karena penerbangan kami tengah malam jadi anak-anak lebih banyak tidur. Alhamdulillah sebelum landing anak-anak oke dan dalam posisi bangun.

Setelah turun dari pesawat, kami naik bis yang mengantarkan kami ke bandara Abu Dhabi. Tentu saja anak-anak antusias dan senang kan naik bis plus lihat pesawat-pesawat besar. Sesampainya di bandara Alzam langsung semangat gara-gara melihat pushchair. Yeaaaa! Etihad menyediakan Pushcair buat digunakan selama di Bandara. Alzam emang obsesi abis dorong-dorong adiknya pakai pushchair. Akhirnya kami segera berburu mencari ruangan imigrasi, lagi-lagi karena petugas melihat kami yang lumayan rempong jadi kami dapat fastline, memotong antrian. Setelah itu kami segera berburu mencari terminal keberangkatan, gampang sih tinggal membaca petunjuk arah dan kalau bingung ada petugas customer service yang bisa ditanya. oiya selama berburu terminal keberangkatan ada Malaysian yang ngajak ngobrol. Kami ngobrol sambil setengah berlari mencari gate yang dituju. Duh, kalau inget lagi haru deh. Dia cerita kalau dia sudah bertahun-tahun gak jumpa anak-cucunya, sehingga dia ingin menjenguk anaknya tiba-tiba karena khawatir. Oh Masya Allah, kasih ibu tak lekang waktu.

Selama perjalanan mencari terminal keberangkatan tentu saja yang ribet Alzam, dia ribet dorongin pushchair adiknya hahahah. Kami punya waktu transit 2 jam, ternyata selepas turun dari pesawat menuju terminal keberangkatan kami menghabiskan waktu 1 jam. Ya, aku tahu karena memang jalan kaki bersama balita-balita itu banyak aksi dan banyak mampirnya wahahahaha.Btw, selama muter-muter di bandara Abu Dhabi mataku terpesona sama barang-barang yang dijual di outlet-outlet branded disitu, duh pengen mampir tapi gak kondusif hahaha. Oiya, gak ada acara angkut bagasi karena udah jadi urusan Etihad.

WhatsApp Image 2017-04-05 at 09.58.14

Oiya, Karena aturan gak boleh bawa cairan di kabin inilah yang bikin anak-anak rewel haus pas nunggu boarding di Abu Dhabi. Akhirnya terpaksa deh jajan air mineral plus smoothies seharga 9 poundsterling alias ahhh mahal lah pokoknya. Kami juga ketemu dengan beberapa orang Indonesia yang merekanya sih nyapa kami “ketemu lagi Mbak…” tapi aku gak ngeh dia siapa ya wkwkwkw. Karena kayaknya aku bawa anak-anak itu eye catchy kalik ya. Aku bawa anak-anak juga focus ngawasin anak-anak ga sempet liatin orang-orang heheh jadi gak inget siapa saja yang jumpa di pesawat tadi.

Cengkareng-Abu Dhabi sangat lancar dan bersahabat! Total kurang lebih 11 jam. Jauh lebih nyaman dibandingkan Abu Dhabi-London. Kenapa? Aku akan menuliskan di tulisan selanjutnya….

2 thoughts on “Penerbangan Ke Eropa Bersama Balita-Balita Tanpa Suami (1)

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s