CIWIDEY SHORTTRIP EP.2

Dua minggu yang lalu saya dan anak-anak sudah ke Ciwidey, tepatnya Situ Patenggang. Ceritanya ada di sini. Saat itu karena hanya saya sendiri membawa anak-anak saya gak berani mengiyakan permintaan mereka menaiki perahu dayung dan perahu angsa. Berkali-kali hal yang saya sampaikan ke mereka “Nanti, bareng sama Abi ya, kalau Abi sudah pulang.” Saya cukup paham kemampuan saya sehubungan dengan perahu ha ha ha ha. Saat bulan Juni lalu saat Eurotrip ke Giethorn, Belanda saya sok-sokan pengen belajar mengemudikan perahu motor. Net not! Gagal banget lah hi ih. (oiya belum dicatat di blog ini sih wisata ke Belandanya).

Nah lalu kemudian dua minggu kemudian Abinya anak-anak sudah pulang ke Indonesia. Walau mereka gak nagih tapi sebagai Emak tentu merasa kayak dikejar hutang. Promise is Promise kan.

Mengulang rute yang sama seperti dua minggu sebelumnya, kami menepikan mobil saat jam makan siang di Kampung Goembong. Harapannya sih dapat nuansa pemandangan alam di saung lesehannya dan bisa ayun-ayun di hammock. Kenyataannya, ya itu restoran di-booking sama acara ibu-ibu pakai dangdutan pula. Hanya kebagian tempat makan di kursi biasa (bukan lesehan), apalagi hammock yang cuma satu-satunya udah deh boro-boro.

Kenapa balik ke restoran ini karena murah tentunya dan anak-anak makan banyak banget pas ke sini. Padahal rasanya biasa saja kok. Lalu sampai Situ Patenggang sekitar pukul 2 siang. Dan terkabullah permintaan mereka: naik perahu!

 

Kami membayar 75 ribu rupiah untuk porsi 3 orang (karena 2 anak masih kecil jadi dihitung 1 orang). Perahunya, perahu dayung. Kita naik perahu dari situs daratan Situ Patenggang menyebrang ke Glamping Lakeside ikon wisata yang sudah go internasional. Beberapa turis bule dan Asia juga banyak terlihat di Glamping. Salah satu ikon yang terkenalnya ya: jembatan gantungnya dan restoran di atas kapal pinisi juga camp-camp penginapannya.

Nah setelah perahu mendarat di daratan Glamping, penumpang diberi waktu 30 menit untuk jalan-jalan di Glamping Resort. Kami jadi buru-buru deh ha ha ha. Mau jajan waktu sempit, mau eksplor gak berani jauh-jauh. Jadi cuma foto di ikon wisatanya Glamping.  Padahal banyak lho wisata di Glamping: Taman Kelinci, Batu Cinta (legenda Situ Patenggang), Restoran dalam bis, Restoran perahu pinisi, camp-camp, kebun teh, dsb. Kebayang suasanan malam di Glamping pasti eksotis! Soalnya banyak lampu minyak bergantung di bambu di sepanjang jalan setapak.

Sebenarnya akses masuk ke Glamping bisa lewat gerbang tersendiri. Namun ternyata kita juga bisa masuk Glamping dari Situ Patenggang (naik perahu).  Jadi, kalau ke Situ Patenggang jangan lupa ya naik perahu dan mampir ke Glamping!

Setelah menyebrang kembali dari Glamping ke daratan Situ Patenggang, kami naik perahu lagi (perahu angsa). Promise is Promise kan? Kali ini ngelunasin janji dengan Azagirl yang ngotot naik perahu angsa kala itu.

Nah, disinilah kemampuan genjot diperlukan agar perahu angsa bisa melaju. Area berlayarnya (eciye berlayar) ya seputaran Situ Patenggang saja cuma kita lebih bebas kan rutenya, kami bayar 30 ribu rupiah untuk durasi 1 jam. Kalau naik perahu dayung kita bisa menepi dan tertambat ke Glamping, kalau perahu angsa ya kagak bisa, cuma muter-muter doang.

Habis itu sebelum pulang, saya tertarik membeli terong belanda dan pepino di penjaja kaki lima. Tiga kilo terong belanda seharga 100 ribu rupiah (setelah ditawar) berbonus 3 buah pepino. Ini semua buah kesehatan! Bukan buat saya sih, tapi buat orang tua. Tetiba keingetan.

Sudah dibilang, kalau ke Ciwidey memang gak cukup satu hari deh. Yah, sehabis dari Situ Patenggang kami langsung turun ke Bandung (mampir ke rumah orang tua juga). Padahal kami belum ke perkebunan teh Rancabali, Kawah Putih, Peternakan Rusa Ranca Upas, Petik Stroberi, Peternakan Kelinci, pemandian air panas, dsb.

Btw kalau ke Ciwidey jangan lupa sedia payung, atau jaketlah yah, walau cuaca gak sedingin Ciwidey belasan tahun silam tapi hujannya itu cukup sering. Sebenarnya cuma gerimis aja sih tapi kadang juga lebat.

Yah, bagaimanapun Ciwidey emang gak ngebosenin deh. Makin banyak inovasi wisatanya.

 

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s