Kenapa Ibu Bekerja?

                Hai, rasanya mata masih perih walau air mata sudah kering. Meski ini bukan kali pertama meninggalkannya dalam keadaan menangis namun hari ini aku begitu terluka. Hal yang pernah dirasakan oleh semua ibu bekerja mungkin? Meninggalkan anak dalam keadaan menangis.

                Kamu tahu apa artinya takdir, beda lho dengan nasib? Kenapa kamu memilih nasib sebagai ibu bekerja? Kamu mengerti enggak tentang rejeki itu pasti untuk keluarga, pasti udah ada. Terus kenapa kamu bekerja apa yang dicari? Apa benar seorang wanita itu harus bekerja? Enggak. Kecuali kalau single parent, suami sakit, atau penghasilan suami tidak mencukupi dsb maklum saja ya seorang ibu bekerja. Nah, kalau kamu merasa bisa sebenarnya cukup dengan gaji suami saja terus ngapain masih bekerja? Nyari apa sih?

                Suatu hari aku diminta untuk mengisi kulwap (kuliah Whatsapp) forum ibu-ibu di dunia maya. Temanya saat itu mengenai ibu bekerja. Hmmm, di satu sisi rasanya berat banget ya buat ngomongin hal ini: menjadi ibu bekerja plus LDM. Tapi karena diminta berbagi semangat ya siapa sih yang enggak mau? Siapa tahu jadi amalan baik kan.

                Ada suatu hal yang membuatku tetap bertahan hingga detik ini untuk bekerja.  Pertama amanah dari orang tua pada mulanya, lalu terkait ikatan dinas yang mengharuskan aku untuk mengabdi pada negara. Kemudian menikah dengan suami yang mengizinkanku bekerja. Lalu kemudian saat hadirnya anak, apa yang harus kulakukan?

                Saat itu rasanya benar-benar aku ingin berhenti bekerja. Apalagi beredar broadcast dan tulisan-tulisan tentang kemuliaan ibu di rumah. Aku termenung, mencoba mengingkari nurani dan hati kecil namun ada sebuah tanggung jawab yang tidak bisa aku tinggalkan begitu saja. Aku ada tanggung jawab kepada orang tua, ilmu, amanah, dsb. Jauh daripada itu aku begitu bersyukur menjadi PNS, ASN lah ya istilahnya sekarang. Dikala orang lain mengkritik pemerintah begini-begitu, maka aku berkontribusi nyata dengan tenaga, pikiran, dan waktuku untuk negara.  Terlihat mulia banget yach niatnya? Yah, menurutku sih hidup gak main-main, apalagi yang namanya mengabdi jadi pelayan masyarakat ya seumur usia produktif, sampai pensiun (kalau gak resign). Ya masa main-main sih yah urusan ngabisin waktu hidup. Masa aku cuma sekedar ngantor doang ke kantor? No!

                Saat itu aku mulai mendalami niat dasar aku bekerja untuk apa? Untuk uang? Oh Men, 9 dari 10 pintu rejeki itu ada dari dagang! Kalau mau sekarang juga aku bisa putar haluan dagang.  Untuk eksistensi? Please, apa yang lebih diminati wanita selain bercengkrama dengan anaknya sepanjang hari dibanding capek-capek ngantor? Untuk apa dong menghabiskan waktu sampai usia pensiun di kantor? Rugi? Banget!

                Rugi? Iya rugi kalau ke kantor niatnya cari uang! Rugi banget deh soalnya masih banyak cara cari uang yang gak terikat jam kantor, masih banyak cara cari uang yang gampang dan mudah. Hari gini gitu. Masih banyak peluang cari uang tanpa harus terikat seusia produktif di kantor. Bayangin 5 dari 7 hari dihabisin di kantor sampai usia purna bakti! Ngapain ngegadaiin diri ke kantor coba? Waktu gak bisa kembali!

                Rugi! Rugi kalau niatnya cuma uang doang yang dicari. Kehilangan waktu yang gak bisa diulang lagi dengan anak, kehilangan waktu untuk kita bisa lebih berkretivitas menyalurkan hobi dan bakat. Eh bakat itu amanah lho! Tiap orang ada bakat yang kalau kamu percaya hari kiamat, nanti bakal ditanya selama hidup ngapain aja. Lalu kalau kamu jawab gak ngapa2in? Lha, Allah udah kasih kamu bakat yang unik itu jadi bekal kamu untuk hidup, kasih manfaat ke sesama.

                Pernah mikir gak bakat itu adalah amanah dari Allah?

                Balik lagi, jadi aku tuh ngerasa rugi serugi-ruginya kalau ke kantor CUMA cari uang doang! Bukan itu, bukan itu!

                Jadi pas Alzamboy jelang usia 2 bulan dan jatah cuti kantorku udah habis, aku bilang ke dia “Nak, ummimu ini kerja bukan buat ninggaling kamu. Kerja buat ibadah, dakwah.” Hahahah kamu ketawa gak denger aku ngomong gini ke anak bayi? Hahahah iya ya,  ya berasanya kerja gitu saja gak berprestasi amat tapi niat dan tujuan terlalu membahana. Ya, maklum lah yah udah ibu-ibu mah gak pengen eksisi kontribusi di kantor ntar anak dan keluarga keteteran kahwatirnya. Pilihan sih.

                Oiya kenapa aku bersyukur jadi PNS pernah aku tulis di tahun 2013 di sini:  motivasiku menjadi PNS (tapi siap2 ya tulisannya sungguh ALAY, berapi-api dan labil ala anak muda hahahahah)

               Setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Kalau kamu niatkan semuanya ke Allah, Allah yang akan kita dapatkan. Perlindungan-Nya, kasih sayang-Nya, pertolongan-Nya itu yang aku harapkan untuk anak-anakku.

                Tapi ada syaratnya, tentunya aku harus bekerja dengan sebaik-baiknya untuk menggapai ridho-Nya agar Allah menjaga dengan sebaik-baiknya anak-anak yang aku tinggalkan saat bekerja. Sampai kapan sih kita bisa nemenin anak kita tumbuh dan berkembang? Bahkan anak kita di depan mata saja kalau Allah berkehendak hal buruk bisa terjadi, namun meski kita jauh raga dengannya jika Allah menghendaki penjagaan yang baik baginya ya dia baik-baik saja. Maksudku, balik lagi niat kerja buat apa?

                Buat cari uang? Sumpah RUGI puluhan tahun mengabdi ke pemberi kerja! Namun karena aku sebagai PNS yah, jadi aku merasa ini salah satu wujud nyataku , sumbangsih untuk negara. Jadi aku gak ngerasa rugi sih.

                Hingga akhirnya pelan-pelan aku sadari, aku hanya seorang wanita yang lemah. Sejauh kaki ini melangkah tergantung ridho suami dan orang tua. Hingga aku bisa berdiri saat ini, ada ridho mereka di belakangku. Aku yang akan menguatkan doa-doaku. Di titik ini aku sadar aku benar-benar makhluk lemah yang sangat bergantung pada-Nya. Jadi yaaa, panjangkan doa malam harinya, minta hidayah dan kekuatan bisa sejauh mana melangkah.

                Oiya, buatku kerjapun gak sekedar ngantor tapi ya bawa perubahan juga. Aku suka ngobrol sama temen-temen kantor mau yang senior ataupun junior hahahah dari masalah cinta, rumah tangga dan pengasuhan anak. Bagiku sih, bahagia bisa saling mengisi dan memberi motivasi berbuat kebaikan. Juga aku belajar banyak dari masyarakat yang aku temui selama bekerja. Aku belajar banyak dari mereka. Tak jarang, dari obrolan ringan hingga serius jadi inspirasi bikin tulisan-tulisan yang kemudian juga banyak di-share di Facebook dan Instgram kemudian (gara2 diregram sama @nikahmudalillah jadi diberondong regram selanjutnya sama akun2 yang ratusan ribu follower lalu mulai deh masuk DM*norak hahaha. Soalnya kalau di FB udah biasa, kalau di IG baru kali ini wkwkwk)

                Yaaaaa, kalau kamu saat ini masih bekerja namun setengah hati segera tuntaskan, bereskan, kasih keputusan. Kalau masih bekerja ya, jangan berkecil hati atas semua ketidaksempurnaan. Rasionalitas manusia berdasarkan jurnal-jurnal dan penelitian juga teori-teori parenting masa kini belum bisa memberi jawaban kenapa ada “Kun Fayakun”. Kalau Allah berkehendak menjaga diri kita sekeluarga? Ya, apapun bisa terjadi kalau dia menghendaki. Semoga makin dekat dengan-Nya dan diberi hidayah selalu~~~

Satu lagi, gak ada yang mengharamkan wanita bekerja. Kecuali pekerjaan haram ya dari namanya saja sudah haram. Kan, kan, kan, tulisan ini juga menjadi motivasiku agar aku menunaikan waktu di kantor dengan lebih amanah karena aku juga gak ingin orang lain yang kerjanya mengasuh/mendidik anak-anakku saat aku ngantor asal2an juga. Kan kita percaya teori sebab-akibat.

Ya Allah, semoga aku bisa mempertanggungawabkan semua amanah ini.

Apapun kondisimu saat ini semoga bisa mempertanggungjawabkan sebaik-baiknya, mau jadi ibu bekerja atau jadi ibu rumah tangga yang namanya jadi ibu emang yah harus banyak belajar dan berusaha!

*Anak-anakku, someday kalau kalian sudah besar dan blog ini masih ada, inilah isi hati Ummimu anak-anakku. Semoga Allah melindungi kalian selalu selamanya

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s