Dokter Kandungan Rekomen Di Bandung

Ini hanya sekedar opini pribadiku sesuai dengan pengalamanku sih, tentang dokter kandungan yang rekomen di Bandung. Selama tiga kali kehamilan sudah beberapa dokter kandungan yang disinggahi tapi tetap yang terfavorit Dokter Widyastuti.

Pertama hamil di akhir 2011, dari awal aku kontrolnya ke Dokter Widyastuti. Bahkan sejak program hamil karena mensku gak teratur, aku konsultasi ke dokter setelah 8/9 bulan menikah belum hamil (lah wajar padahal ya dan LDM pula wkwkwk).  Saat konsul ke Dok Wid, beliau bilang aku susah hamil bilang karena hasil USG di ovarium menunjukkan kalau aku penderita: PCOS (search aja ya sendiri). Dia memintaku nurunin berat badan 2 kilogram aja, terus diet karbo dan diet lemak, olahraga 3x seminggu terus diresepin obat hormon juga sih. Nah aku memutuskan mau diet dan olahraga dulu sebelum nebus obat, eh atas izin Allah belum sebulan diet udah positive hamil. Memang PCOS cepat hamilnya kalau mengurangi asupan gula dan lemak, karena gula dan lemak itu akan menekan hormon kesuburan bagi wanita. Dia neranginnya pakai gambar2 segala lho.

Dok Wid ini emang ngehits banget, sekarang di kalangan selebgram Bandung juga banyak yang ke dokter favorit ini. Nah, dulu itu di tahun 2011 antriannya emang udah paling juara bisa minimal 2 jam, maksimal pernah juga 5 jam ngantri. Tapi, setelah ketemu dia dan konsul panjang lebar segala lelah terbayar sudah. Aku sering ngerecord pakai voice atau video untuk disimak ulang di rumah. Karena dia penjelasannya panjang dan kahwatirnya aku oon n salah tangkap wakakak. Oiya karena antriannya panjang, jadi mending kalau ke Dokter Wid, ambil antrian dulu paginya, lalu datang lagi saat jadwal dia praktik terus nunggu ditimbang dan ditensi baru deh kita tinggal pergi kemana (makan atau belanja) terus balik lagi hehe. Pada tahun 2018, Dok Wid sekarang praktik di: Melinda Pajajaran, Hermina Pasteur, Apotek Kimia Farma Dago (sebelah Holland Bakery Merdeka) dan Klinik Jasmine MQ Medika (Jl. Dayang Sumbi, kliniknya Aa Gym).

Kalau dulu saat hamil anak pertama dan kedua kontrol ke Dokter Wid di Apotek Kimia Farma Dago sekarang mah ke Klinik Jasmine MQ Medika aja soalnya ada kemungkinan lahiran di situ.

Nah, lalu kenapa aku rekomenin Dokter Wid ini?

  1. Dokter tipe pendengar, dia mendengarkan dan menghargai curhatan dan uneg-uneg.
  2. Dokter tipe pembicara, yakin sih ilmu dan pengalamannya banyak. Dan dia gak pelit bagi-bagi ilmu bahkan cerita tentang banyak hal. Kadang malah simpati sama beliau, gak capek apa ya tiap ke pasien kasih pelayanan memuaskan, maksudnya nasihat-nasihat dan tips. Apa gak pegel mulut gitu ya dok. Secara antrian pasiennya segambeng.
  3. Pro normal dan kekinian. Gak diragukan lagi tentang ilmu-ilmu kehamilan dan persalinan yang kekinian. Pro gentle birth tapi ya sesuai SOP kedokteran ya. Puas-puasin nanya deh. Gak usah sungkan.
  4. Alat USG nya menurutku lebih akurat. Aku hanya pernah kontrol di Apotek Kimia Farma Dago (anak ke-1 dan ke-2)  dan Klinik Jasmine (anak ke-3). Sejauh ini selama hamil kedua anak kemarin USGnya lebih akurat daripada dokter lain.Jadi, saat hamil #alzamboy 2011-2012, aku pernah ke dokter lain di suatu Rumah Sakit Bersalin yang memang rencananya aku melahirkan di situ. Nah dokter itu tuh, entah kenapa bilang berdasarkan USG kepala bayiku makrosefalus, berat bayi kurang, dsb. Jadi kayak ada potensi kelainan. Gila gak?! Aku drop banget. Dokternya juga bilang kalau aku melahirkan gak boleh di bidan, harus di dokter  dan didampingi dokter anak karena bayiku beresiko. Gak puas, aku 2nd opinion ke Dokter Wid. Eh kata Dokter Wid saat USG semua normal, memang lingkar kepala bayiku agak besar tapi normal dan kepala besar itu faktor genetik. Soalnya abinya kepalanya cenderung lebih besar. Mengenai berat badan bayi yang kurang, kata Dokter Wid masih normal bakal lahir gak sampai 3 kilo tapi lebih dari 2.7 kilo dan pas lahir 2,9 kilo dong. Maksudku, ya alat USG dan analisa dokter Wid lebih mantep dan gak bikin galau.
  5. Dokter tipe menenangkan. Saat kehamilan anak ke-2 si #azagirl, pembukaan 1 sejak 38 weeks tapi pas masuk 40 weeks belum nambah dong, pembukaan 1 mandeg! Galau gak sih hahahah…aku kontrol ke dokter Wid di usia 40 weeks. Kata beliau “Bagus, ketuban bagus memang sedikit tapi wajar makin tua bayi makin sedikit ketuban. Ah, normal ini, paling besok lahir. Kalau belum mules lagi, 3 hari ke kontrol lagi ya” Santai banget ngomongnya. Terulang-ulang suara Dokter Wid di benakku “Ah..paling besok lahir.” Dan beneran besoknya 40 weeks + 1 day aku melahirkan! Gak tau deh apa aku kemakan afirmasi positifnya tapi ya emang udah waktunya melahirkan sih. Jadi bukan kayak dokter yang bilang “Waduh udah 40 weeks harus segera dilahirkan bu..bahaya dsb”coba kalau digituin down banget gak sih. Nah pas hami anak ke-3 sekarang Dok Wid bilang “Normal ini, udah ada pengalaman kan ..anak ke-3” Ya kata-kata positifnya menguatkan aja gitu. Oiya, saat sehabis melahirkan #azagirl di bidan aku merasa rahimku belum beres bener. Bahkan pas Aza usia 4 bulan aku pendarahan tapi bukan mens dan berasa sakit rahim. Lalu aku ke dokter Wid, Dok Wid bilang ada kista 2 cm, tapi dia santai lho ngomongnya “Lagi nyusuin kan? Tenang aja..nanti juga hilang sendiri kistanya. Ini cuma karena hormon belum stabil aja. Wajar ibu menyusui hormonnya masih kacau.” eh emang sih hilang sendiri kistanya!
  6. Resepnya cocok deh. Kalau aku mah suka jarang nebus resep dokter hahahah. Tapi entah kenapa kalau ke dokter Wid resepnya mantep dan berkualitas jadi aku beli aja. Tapi belinya di Apotek Jaya Abadi Buah Batu (harganya bisa 50% lebih murah hehe jadi aku gak nebus di kliniknya). Resepnya lebih ke vitamin dan suplemen alami gitu lho. Kehamilan anak ke-3 sekarang, sejak 4 bulan diresepin protein ikan gabus, setelah aku googling emang buanyak bgt manfaatnya. Terus ada resep buat menghindari strechmark juga berupa lotion nah ini belum aku tebus karena aku punya #younglivingessentialoil buat ngatasinnya. Terus resepnya ya bukan mainstream sampai-sampai kalau aku tebus aku ngobrol ke apoteker atau sales apoteknya ini vitamin apa sih hahaha soalnya bukan vitamin biasanya yang direkomenin dokter kandungan. Btw sepertinya secara genetik, kehamilanku itu bayinya kecil di bawah 3 kilo semua, bahkan hamil anak ke-2 #azagirl sempat dikhawatirkan 2,5 kilogram sama bidan dekat rumah. Dokter Wid sih bilang memang kecil tapi bisa di atas 2,5 kilo, nah dia ngresepin tablet protein gitu buat ngejar berat bayi alhamdulillah Aza lahir 2,9 kilo. Pas hamil anak pertama #alzamboy aku juga diresepin itu juga buat ngejar berat janin. Dan pas anak ke-3 sejak 4 bulan udah dikasih tablet protein berupa ekstrak ikan gabus. Kayaknya sih emang bawaanku kalau hamil berat janin harus agak extra ngejarnya.
  7. Membangun spiritual (halah). Saat ragu mau puasa ramadhan atau enggak dokter Wid memastikan saat USG bahwa bayiku normal dan baik-baik saja dengan segudang tips untuk bumil saat berpuasa. “Yakin, percaya deh sama Gusti Allah, bisa berpuasa…” Jadi malah disupport untuk puasa karena janin dan ibu sehat. Terus disaranin banyakin sujud alias sholat supaya kepala bayi cepat ke bawah. Kecuali kalau kondisi ibu dan janin gak memungkinkan ya jangan dipaksa.
  8. Mengedukasi. Jadi sejak awal kontrol kehamilan anak ke-3 dokter Wid bilang aku disarankan naik 11 kilogram saja berdasarkan BMI ibu hamil ideal. Karena berat badan yang berlebih malah bikin banyak komplikasi kehamilan. So, aku disuruh diet karbo ihihihi…dan perbanyak protein. So far, baru 7 bulan tapi udah naik 11 kilo hahahah. Duh, semoga tetap di berat badan ini saat melahirkan nanti. Jadi dokter Wid ini concern ke berat badan ibu juga. Saat ke dokter lain malah bilang “Bagus bu…naik banyak, sehat” Well, padahal di negara-negara maju kenaikan berat badan ibu ini harus diatur lho. Bahkan Dok Wid bilang buat apa makan malam pakai nasi, karena butuh 7 jam buat memecah dan mencerna gula di nasi sementara malam hari badan kita tidur. Jadi dia tipe dokter pendukung ibu hamill diet karbo dan gula.
  9. Gak banyak test-test ini itu. Dulu sih pas anak pertama banyak banget tes darahnya di dokter lain. Kehamilan anak ke-3 sekarang sampai usai 29 weeks belum diminta tes lab apapun. Semoga sehat-sehat semua.
  10. Biayanya? Wajar sih…selayaknya harga dokter kandungan lain di Bandung, kisaran 250 ribuan. Bisa kurang atau lebih tergantung mau konsul sama dia di RS mana. Kan dia praktiknya di banyak tempat.
  11. Pengalamannya banyak ya iya sehari-hari entah nanganin berapa puluh pasien. Mungkin bisa ratusan karena sehari bisa beberapa tempat praktik juga. Jadi pengalamannya oke deh.
  12. Santai. Dokter Wid bilang “ibu-ibu hamil zaman dulu itu ke sawah, nimba air di sumur, santai aja, hamil jangan membatasi aktivitas.”Jadi daku sebagai ibu bekerja yang sering ke luar kota jadi gak khawatir beraktivitas.

Apalagi ya, intinya sih nulis ini buat teman-teman yang lagi bimbang cari dokter yang enak buat konsul dan pro normal bisa kok jadi referensi. Ini semua pendapat pribadiku tapi ya…dan aku hanya seorang pasien biasa .. *halah

 

5 thoughts on “Dokter Kandungan Rekomen Di Bandung

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s