Tolong Nasihati Aku

“abi…tolong nasihati aku…”

….

Aku lupa apa yang kamu katakan sambil memijat kakiku. Tapi yang teringat adalah “rambutnya ikal kayak kakak…” katamu Bi. Lalu engkau bercerita saat memandikannya, mengkafaninya.

Sebelumnya engkau berkata ” ummi kyknya yg lebih kuat dari abi”…bi aku baru melahirkannya sehari yang lalu. Menggendong, menyusui dan mendekapnya meski cuma sebentar mengobatiku. Aku merasa lemah, namun melihatmu kuat aku bersemangat.

Oh nak, masyaAllah…belum sempat melihatmu tumbuh dan berkembang. Maafkan bila kami sebagai orang tua banyak lalainya. Ampuni kami ya Rabb..

Banyak sekali rasanya dosa dan kelalaian sebagai umatNya. Bahkan aku pun tak tahu harus membawa amalan apa saat berhadapan denganNya.

Kejadian ini benar-benar membuatku merasa aku tak punya amalan apa-apa. Saat masa-masa kritis kepergian bayi Maryam antara harapan agar ia hidup dan ikhlas bila ia dipanggil berkecamuk. Inikah tawakal dan ikhlas itu ya Allah…

Tawakal menyerahkan hasil ikhtiar kami padaMu ya Allah. Semoga kami tidak termasuk orang yang lalai dan melupakanmu. Alhamdulillah utk segala yang telah Engkau berikan kepada kami, semoga kami menjadi ahli syukur. MasyaAllah…jauhkan kami dari kufur nikmatMu ya Allah.

Seperti mimpi baru sekejap bertemu denganmu nak. MasyaAllah semoga Allah memberikan sebaik-baik tempat terindah untukmu dengan penjagaan terbaik dariNya. Maafkan ummi nak bila banyak lalainya. Semoga kita bisa bertemu ya Nak di tempat indah bernama surga itu.

Baby Maryam…

Bayi perempuan cantikku, semoga kepergianmu ini membuat ummi, abi, kakak alzam dan mbak aisyah serta semua keluarga yang ditinggalkan lebih teguh berpegang pada iman. Karena kami tahu untuk dapat bertemu denganmu, kami harus menjadi ahli surga sepertimu baby.

Ampuni kami ya Rabb πŸ™

Semoga menjadi pengingat bagi kami untuk selalu meningkatkan iman agar lebih dekat denganMu ya Allah.

One thought on “Tolong Nasihati Aku

  1. Ninda Lubis says:

    Tetehkuuuu sing tabah ya.. Aku ga tau harus ngetik apa lagi.. Yg jelas teteh, suami tth, kaka alzam dan kaka aisyah orang” terKuat dan bisa saling menguatkan..

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s