Kisah Persalinan Maryam Part 3

This is the show!

Akhirnya aku mengejan berapa kali ya lupa 3 kali mungkin, ambil nafas dalam-dalam salurin ke perut. Terus ngeden kayak mau pup super besar. Pas kepalanya udah mau keluar sih kerasa banget. ngeganjel! Pokoknya tentang ngeden ikutin intruksi bidan deh. Aku juga dikoreksi cara ngeden soalnya pas awal ngedennya di tenggorokan, harusnya kan di perut. Beneran deh belajar nafas perut sebelum lahiran tuh. Nah, pas kepala babyku meluncur kerasa kayak nostalgia lahiran #alzamboy n #azagirl. Sensasinya itu pokoknya yang pernah ngalamin tahu deh, ada hangat2 licin mengganjal lalu meluncur. Lalu mulai berasa ini bayinya kok kayak gede itu pas bahu dan badannya meluncur. Perasaan yang dulu gak segininya sensasinya. Ini berasa lebih gede aja. Udah feeling robek nih hahahah 😀

Eh beneran sih, ternyata baby Maryam 3,4 kilo dibandingin kakak-kakaknya yang 2,9 kilo ya kerasa banget. Pas hamil trimester akhir juga berasa MasyaAllah kok beda ya beratnya di perut sama dua anak sebelumnya. Ini juga baby Maryam bisa segede itu karena aku booster es krim karena dikhawatirin sempat takut premature sama dokter karena kontraksi palsu hampir tiap malam. Eh ternyata lahirnya 39w3d padahal booster vitamin proteinnya udah sejak sebelum 36w hahahah.

Oiya, Maryam itu adalah nama yang entah kenapa aku terpesona banget sama sosoknya. Kan dia salah satu dari 4 wanita yang dijamin surga oleh Allah. MasyaAllah aku gak nyangka ternyata doa dalam namanya dikabulkan. Oiya kenapa lagi aku suka karena tiap baca surah Maryam isinya tentang birul walidain (berbakti pada orang tua), juga bagaimana mendidik keimanan pada anak, pokoknya parenting banget. Dan juga Maryam itu mengingatkan tentang perjuangannya melahirkan Isa di bawah pohon kurma. Jadi aku ingin meneladani sifatnya juga berjihad saat melahirkan.

Ternyata semua doaku diiyakan. MasyaAllah…..Alhamdulillah.

Maryam hanya bertahan 20 jam , mengajari kami banyak hal. Kepergiannya membuat sudut pandang kami dalam mendidik anak berubah banyak. Kalau Maryam sudah pasti sekarang berada di langit ke-7 dan disusukan oleh ibu susu yang lebih baik dariku dan hidup di rumah yang lebih indah dari rumahnya di dunia, juga diasuh oleh nabi Ibrahim AS, ayah terbaik sepanjang masa. Nah, kami seperti diingatkan juga bagaimana dengan amanah kami: #alzamboy n #azagirl tugas kami juga supaya mereka jadi ahli surga (heuuu…duh ortunya pun masih beginipun).

Oiya, Rasulullah saw juga pernah kehilangan putranya, Ibrahim.

“Sesungguhnya Ibrahim putraku meninggal dalam masa persusuan, dan sesungguhnya baginya di surga dua orang ibu susuan yang akan menyempurnakan susuannya.” (HR Muslim no 2316)

Aku baru sempat menyusui Maryam satu kali waktu itu. Dan Maryam saat sebelum dimandikan untuk dikafani, pas dibuka pampersnya ada pup! Rasanya kayak…Alhamdulillah, aku sempat menunaikan tugas sebagai ibumu ya nak. Menyusuimu meski sekedarnya, mungkin cuma 5 menit saat itu. Kamu pinter nyusunnya nak meski kemudian makin lemah. I love u baby…

Saat ini kamu telah mendapatkan ibu susu yang lebih baik dari ummi . Alhamdulillah…

Oiya,

Aku tuh ngefans banget sama parentingnya nabi Ibrahim AS yang doanya dikabulkan oleh Allah agar anak-anak dan keturunan-keturunannya menjadi orang sholeh mendirikan sholat. Keturunan-keturunannya menjadi para nabi. Doanya menembus zaman! Jadi rasanya kayak, Maryam wow! Saat ini kamu bahkan bertemu langsung dengan Ibrahim AS. Ya Allah nak sampaikan salam umi…

Sungguh anak keturunan dari kaum Muslimin masuk surga, Ibrahim Alaihissallam akan mengasuh mereka,” (HR. Ahmad, No.8.324, al-Hakim, No. 3.399 dan Ibnu Hibban No. 7.446. Dishahihka oleh adz-Dzahabi dan al-Albani).

Kami pun juga diingatkan tentang berbakti pada orang tua, agar lebih hormat lagi dan patuh. Berpulangnya Maryam mengajarkan kami arti kehilangan di dunia, juga tentang hubungan orang tua serta anak. Rasanya seperti kalaupun aku berpulang pada Rabbku…aku ingin menghadiahi surga bagi orang tuaku, Seperti Maryam yang menunggu kami di pintu surga..

Kepergian Maryam juga mengajarkan kami tentang ikhlas. Ketika ikhtiar, doa harapan sudah ditunaikan, lalu tawakal menyerahkan hasilnya pada-Nya. Inilah ujian keikhlasan, ujian iman. Bahwa Allah sudah menetapkan usia setiap makhluknya di bumi bahkan sebelum makhluk tersebut lahir ke dunia. Saat ruh ditiupakan ke dalam jiwa anak saat berusia 4 bulan di kandungan, saat itu aku sering berdoa meminta taqdir yang baik untuk baby Maryam. Inilah taqdir terbaikmu anakku, surga untukmu! MasyaAllah lebih baik dari dunia dan seisinya nak.

Oiya, terakhir…bersabar dalam ujian itu sabar paling rendah Men! Ini buat pengingatku juga. Sabar tingkat atas bersabar dalam ketaatan (ini yang berat), lalu sabar tingkat dua sabar dalam menghindari larangan dan terakhir sabar dalam ujian hidup.

Kalau sabar dalam ujian hidup itu adalah keadaan yang insyaAllah bisa kita lalui karena Allah gak membebani seorang hamba di luar batas kesanggupannya. True! Mungkin kamu gak kebayang gimana ya rasanya kehilangan anak. Duh mati itu pasti, dan kita gak tahu siapa yang duluan. Jadi siap2 aja…siapin apa? Iman…..pokoknya jadi orang beriman bahagia. Karena percaya Allah yang sebaik2nya mengatur. Begitupula dalam ujian-ujian lainnya, gak mungkin dikasih sama Allah kalau kamu gak mampu.

Nah sabar menghindari larangan mulai deh, pembelaan-pembelaan diri dan pemakluman serta toleransi diri sendiri berperang. Misal udah jelas disebut di Alqur’an haram tapi ya pemakluman aja, ah gapapa dih kan diampuni blab la bla..

Sabar dalam ketaatan! Apalagi! Kita bisa leluasa memilih mau taat atau enggak, mau ½ taat atau ¾ atau Cuma 1/5 taat kita bisa milih! Jadi ujian paling berat ini karena berhadapan dengan nafsu diri sendiri. Makanya pernah denger kan jihad terberat adalah jihadun nafs.

Ya, dengan meninggalnya Maryam oke misal kami bersabar, tapi….gimana kualitas keimanan kami? cuma bilang beriman aja tanpa action ya munafik kan. Gimana sholatnya? Makin berkualitas gak? Tilawahnya? Amal-amal baik lainnya gimana? makin taat sama Allah gak?

Nah, bagi aku pribadi sih berasa harusnya makin tambah sholeh(ah) soalnya Maryam iya nunggu di surga, tapi gue belum tentu langsung masuk surga, takut siksa kubur ya Allah T_T (nyaksiin banget gimana Maryam dimasukan ke dalam liang lahat) sendiri dia. Tapi dia gak ada dosa. Kalau gue gimana takut T_T ya Allah tolong hindari hamba dari siksa kubur. Gak kuat juga masuk neraka, gak mau T_T. Meski Maryam nunggu di pintu surga tapi gak ada jaminan apakah kami sebagai ortunya pakai dicemplungin dulu ke neraka atau engga.

Itu sih, itu…yang tiap keingetan juga bikin nangis. Kalau keingetan Maryam ya nangis juga tapi harus istighfar lah, sebenarnya lagi nangisin diri sendiri. Bayangin hamil itu gak mudah lah ya, melahirkan juga. Bahkan wanita sesholehah Maryam binti Imron diceritakan di surah Maryam : “Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (Q.S. Maryam:23). Yah udah sakit-sakit yang wow gitu sampai seorang Maryam sholehah aja berkata ingin mati saat proses melahirkan. Terus udah sakit-sakit berjuang bayinya gak lama kemudian meninggal. Sebenarnya kalau mau stress n baby blues punya alasan yang kuat sih belum lagi kalau ASI lagi bengkak dan gak ada bayi yang disusuin tapi…kan kita orang beriman ya gak? InsyaAllah, ujian bentuk kasih sayang Allah untuk lebih dekat denganNya (aamiin)

Maryam sudah mendaptkan pengasuhan terbaik, rumah terindah dan dekat dengan Allah. Lah gue, belum tentu gak ngicipin neraka. Ya Allah aku gak mau ngicipin neraka T_T

Berasa banget selama hamil Maryam rejeki bertubi-tubi, sampai bilang ke suami dan ibu “Beda banget hamil yang sekarang…rejekinya banyak banget (gak cuma materi ukurannya)”. Dan aku benar-benar gak nyangka ternyata kehadiran Maryam selama di kandungan dan hidupnya dia selama 20 jam di dunia membawa rejeki terbaik: surga. Rejeki akhirat! Alhamdulillah…semoga makin membuat kami teguh dalam iman.

Abu Hassan meriwayatkan, “Saya berkata kepada Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ‘Dua orang putra saya telah meninggal. Adakah hadits dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Mukmin yang sudah meninggal yang bisa engkau sampaikan untuk menenangkan hati kami? Beliau Radhiyallahu anhu menjawab, ‘Ya.Anak-anak mereka adalah penghuni cilik surga.[2] Salah seorang dari mereka menyambut kedua orangtuanya, lalu memegang pakaian –atau tangan- orangtuanya sebagaimana saya sekarang memegang ujung bajumu, dan ia tidak melepaskannya sampai Allâh Azza wa Jalla memasukkan dirinya dan orangtuanya ke dalam surga. [HR. Muslim no. 2.635]

Nah kan jadi belum ceritain kronologisnya gimana malah nulis ini. Hihihi senapsaran kan…baru mau lanjutin kronologisnya eh ini udah kepanjangan..

Jika putera seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada Malaikat,”Kalian telah mengambil putera hambaku?” Mereka berkata,” Ya.” Allah berfirman,”Kalian telah mengambil buah hati hambaku?” Mereka berkata,”Ya.” Allah berfirman,”Apa yang diucapkan oleh hambaku?” Mereka berkata,”Ia memujiMu dan mengembalikan kepadaMu.” Maka Allah berfirman,”Bangunkanlah rumah di surga, dan berilah nama dengan Baitul Hamd.” [8]

sampai bertemu lagi di surga ya…Maryam

5 thoughts on “Kisah Persalinan Maryam Part 3

  1. TPL says:

    Afwan mba, mau izin koreksi sedikit. Maryam binti Imron mba. Bukan anaknya nabi zakaria.. Hehe.. Terima kasih atas tulisannya yg sangat inspiratif ya mba.. Sesungguhnya seorang mukmin itu memang luar biasa, ketika diberi nikmat dia bersyukur dan ketika diberi ujian maka dia nersabar 🙂

silakan komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s